Monday, October 29, 2012
Capung Libellulidae: Potamarcha congener
Capung Libellulidae: Neurothemis terminata
Saturday, October 27, 2012
Menembus Pasar Eropa Lewat Gantungan Kunci Serangga
Siapa sangka jika orang Eropa ternyata suka sekali dengan pernik dari serangga? Contohnya saja gantungan kunci resin dengan serangga yang diawetkan di dalamnya. Barang sepele ini ternyata laku keras di Eropa.
Nah, salah seorang pelaku bisnis pernik serangga ini adalah Sufron. Dia merupakan mantan karyawan perusahaan freight forwarder (perusahaan ekspedisi angkutan barang) yang terinspirasi melirik potensi serangga untuk diekspor gara-gara salah satu kenalannya hobi mengoleksi serangga kering.
Bahkan sebelum krisis, pesanan serangga kering dalam resin bikinan Sufron mencapai 100.000 unit saban bulannya. Pesanan tersebut sebagian besar dari benua Eropa, terutama Spanyol. Sayangnya, Sufron baru bisa memenuhi minimal 15.000 unit saja lantaran keterbatasan pasokan bahan baku serangga kering.
Dolar dari Pengawetan Serangga
Keanekaragaman serangga di Indonesia tercatat salah satu yang terbesar di dunia bersama negara latin Brasil. Kekayaan alam ini bisa dimanfaatkan menjadi bisnis yang menarik dan menjanjikan asalkan dilakukan dengan rambu-rambu hukum.
Muchamad Chatim Magfur rupanya melihat jeli peluang ini. Krisis 1998 lalu justru membuat Chatim terdorong membangun bisnis penangkaran serangga seperti kupu-kupu dan kumbang hidup untuk diekspor ke Jepang, Taiwan dan Korea.
Sejalan berjalannya waktu, akhirnya ia memutar kreasi baru dengan mengembangkan produk pengawetan serangga sebagai produk suvenir. Jenisnya macam-macam, mulai dari gantungan kunci serangga, hiasan hingga bingkai serangga kumbang dan kupu seharga puluhan juta rupiah.